• Kamis, 18 Agustus 2022

Temukan Hewan Ternak Terkena Wabah PMK di Jateng, Lapor ke Nomor WhatsApp Posko Pengamanan

- Senin, 6 Juni 2022 | 13:51 WIB
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, saat meninjau kandang komunal sapi di Desa Kalisidi, Ungaran Timur. /Dok Humas Pemprov Jateng/
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, saat meninjau kandang komunal sapi di Desa Kalisidi, Ungaran Timur. /Dok Humas Pemprov Jateng/

Kanaljateng.com -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebar nomor WhatsApp posko pengamanan hewan ternak dari penyebaran wabah PMK alias penyakit mulut dan kuku.

Bagi peternak yang menemukan hewan ternaknya terindikasi menderita wabah PMK bisa menghubungi nomor WhatsApp tersebut.

"Ini saya minta agar diimplementasikan sampai ke tempat yang mudah dijangkau termasuk nomor wa, nomornya 082111087606, ini biar disebarkan," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 6 Juni 2022.

Baca Juga: 11 Langkah Praktis dan Ekonomis Membuat Mie Setan ala Gacoan, Resep dari Chef Devina Hermawan

Menurut Ganjar, sebanyak 8.246 ekor hewan ternak di Jawa Tengah terindikasi terpapar wabah PMK alias penyakit mulut dan kuku.

Dari jumlah itu, 264 ekor hewan ternak dinyatakan positif terkena wabah PMK.

Ganjar Pranowo mengungkap Jateng memiliki 8.286.534 ekor hewan ternak senilai setara Rp 43,749 Triliun.

Baca Juga: 69,1 Juta Penduduk Indonesia Seorang Perokok, Meningkat 8 Juta dalam 10 Tahun Terakhir

Ganjar mengaku sudah menggandeng kepolisian dan Satgas Pangan untuk mengatur lalu lintas hewan ternak antar daerah.

"Ini ternak terduga suspek dari beberapa daerah kita komunikasi juga dengan Jawa Timur, kita juga lihat data di Aceh, di NTB itu ternyata tinggi tinggi dan kita posisinya di bawah 10ribu ya, ada 8 ribuan," ujar Ganjar menegaskan.

Ganjar mengaku sedang menyiapkan surat edaran kepada para kepala daerah se-Jateng untuk melakukan pengawasan ternak.

Baca Juga: Jadi Pembicara di Forum Internasional, Sri Mulyani Buka Efek Domino Pandemi Covid-19 bagi Indonesia

Ganjar menambahkan hewan-hewan yang terindikasi terpapar wabah PMK sudah dilakukan pengobatan.

"Sekarang yang ada kita minta lapor dan kita terjunin tim kita kasih obat desinfektan. Kita coba atur lalu lintasnya, jadi obat sedang kita siapkan, vaksin mungkin pertengahan bulan ini jadi dari kementerian," beber Ganjar.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X