• Senin, 3 Oktober 2022

Pati Bebas Wabah PMK, Lalulintas Hewan Ternak di Pelabuhan Juwana Diawasi Ketat

- Minggu, 29 Mei 2022 | 09:44 WIB
Ilustrasi Pemerintah Lakukan Vaksin Dalam Menanggulangi PMK Hewan Ternak. (PIXABAY/RyanMcGuire)
Ilustrasi Pemerintah Lakukan Vaksin Dalam Menanggulangi PMK Hewan Ternak. (PIXABAY/RyanMcGuire)

Kanaljateng.com -- Kepala Karanitina Pertanian Semarang, Turhadi, meminta Kabupaten Pati mewaspadai masuknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Pelabuhan Juwana.

Menurut Turhadi, sebagai daerah yang masih bebas dari wabah PMK, Pati harus mengawasi dengan ketat lalu lintas ternak dari Pelabuhan Juwana.

"Pati merupakan salah satu Kabupaten yang masih bebas dari wabah PMK. Mari kita jaga tetap bebas. Lalu lintas pemasukan dan pengeluaran ternak dari Pelabuhan Juwana ini harus diawasi dengan ketat seiring penutupan Pelabuhan Tanjung Mas untuk ternak," kata Turhadi, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 29 Mei 2022.

Baca Juga: Luna Maya Jalan-jalan ke Korea, Diajak Siwon Choi Makan Siang Bareng

Menurut Turhadi, Pelabuhan Juwana Pati pelabuhan rakyat yang masih ramai dan penuh dengan kapal nelayan.

Pelabuhan Juwana kerap menjadi jalur alternatif pengiriman sejumlah komoditas pertanian tujuan Kalimantan.

Turhadi berujar, pada 2021, dua ekor kambing tercatat dikirim ke Kabupaten Seruyan melalui Pelabuhan Juwana.

Baca Juga: Belum Juga Dipakai Nonton Balapan, Tribun Formula E 'KO' Duluan Dihantam Badai, Lemah!

"2022 memang belum ada, karenanya jangan sampai wilayah Pati ini kemasukan PMK,” ujar Turhadi menegaskan.

Turhadi menegaskan hewan ternak dan produknya dari daerah wabah dilarang dilalulintaskan ke daerah yang masih bebas PMK, seperti Pati.

Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Pati, Nikentri Meiningrum, mengaku sudah melakukan pencegahan dan sosialisasi informasi ke masyarakat terkait wabah PMK.

Baca Juga: Kudus Gelar Car Free Day Besok, 100 Lapak PKL Siap Diundi

"Kami bersama dengan TNI dan Polri sudah membentuk tim dan telah memberikan surat edaran untuk camat se-kabupaten Pati agar memberikan edukasi kemasyarakat tentanng PMK dan kemana harus lapor jika ada kasus," terang Nikentri.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X