• Kamis, 18 Agustus 2022

Banjir Rob di Jateng Terjang hampir Semua Wilayah Pesisir, Pati Paling Banyak Terdampak

- Jumat, 27 Mei 2022 | 14:33 WIB
Para pekerja di Tanjung Emas Semarang yang sudah beraktivitas karena banjir rob Tanjung Emas sudah menurun.  (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Para pekerja di Tanjung Emas Semarang yang sudah beraktivitas karena banjir rob Tanjung Emas sudah menurun. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Kanaljateng.com -- Banjir rob melanda hampir semua daerah pesisir utara Jawa Tengah, sejak Senin, 23 Mei 2022.
 
Badan Nasional Penganggulangan Bencana atau BNPB mencatat banjir rob menyapu daerah pesisir di Brebes, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
 
Hingga 24 Mei 2022, banjir rob menerjang empat desa di Brebes dengan  tinggi muka air 10-20 sentimeter.
 
Sedangkan Kota Tegal melaporkan banjir rob menerjang empat kelurahan dengan ketinggian 45 sentimeter, sementara di Kabupaten Tegal menerjang satu kelurahan hingga 100 sentimeter.
 
Adapun di Kota Pelakongan, banjir rob setinggi 10 hingga 90 sentimeter memaksa 221 warga pergi mengungsi.
 
Di Kabupaten Pekalongan, banjir rob setinggi 5 hingga 40 sentimeter melanda empat desa, sedangkan di Pemalang, banjir rob menenggelamkan delapan desa dengan ketinggian air 30-100 sentimeter.
 
Di Batang, banjir rob setinggi hingga 40 sentimeter merendam satu desa dan satu kelurahan yang berbatasan langsung dengan laut Jawa.
 
Di Kendal, banjir rob menerjang lima desa dan dua kelurahan, sementara di Kota Semarang air pasang mampu menjebol tanggul laut dan menyebabkan banjir rob setinggi lebih 1 meter di kawasan Lamicitra, termasuk wilayah Bandarharjo, Kebonharjo, Tambak Lorok dan Kemijen.
 
Di Demak, banjir rob menerjang pemukiman 10 ribu warga di empat desa dan di Jepara menerendam tiga desa.
 
Di Pati, banjir rob menerjang puluhan desa di enam kecamatan, dan di rembang melanda sembilan desa.
 
Guna mengantisipasi banjir rob susulan, BNPB mengimbau kepada Pemerintah daerah dan masyarakat Jateng bersama-sama melakukan upaya pengurangan risiko bencana.
 
Misalnya, dengan memantau dan mengelola daerah aliran sungai (DAS), membersihkan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, serta monitoring kondisi tanggul, jalan, dan jembatan di kawasan pesisir.
 
Sebagai jangka  menengah dan panjang, Pemerintah perlu merehabilitasi ekosistem pesisir seperti mengedepankan mangrove sebagai benteng alam dalam mencegah rob.
 
Demikian kata Abdul Muhari selaku
Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan pers, Jumat, 27 Mei 2022.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X