• Minggu, 3 Juli 2022

Wabah PMK Melanda Hewan Ternak Jawa Tengah, Demak Masih Nol Kasus

- Senin, 16 Mei 2022 | 16:28 WIB
Ilustrasi. Dampak ekonomi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak makin nyata dan menghawatirkan. (Pexels/Min AN)
Ilustrasi. Dampak ekonomi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak makin nyata dan menghawatirkan. (Pexels/Min AN)

Kanaljateng.com -- Kabupaten Demak belum menemukan kasus hewan ternak terserang wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), meski penyakit yang cepat menular itu sudah masuk Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah, daerah-daerah yang sudah terdampak PMK, yakni Banjarnegara, Boyolali, Rembang, Wonosobo, Banyumas, Purbalingga, dan Klaten.

"Sampai sekarang tidak ditemukan satupun hewan ternak yang mengalami PMK," kata Kepala Polres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, Demak, Jawa Tengah, Senin, 16 Mei 2022.

Baca Juga: 1200 Umat Buddha Kirab Waisak dari Candi Mendut hingga Candi Borobudur

Meski belum ditemukan kasus konfirmasi PMK pada hewan ternak, kata Budi, Kabupaten Demak tetap akan melakukan langkah-langkah antisipasi.

Misalnya dengan memeriksa langsung kesehatan hewan di Pasar Hewan Karangtengah serta peternakan sapi dan kerbau di Desa Wilalung, Demak.

"Sebelumnya kami juga turun ke peternakan sapi terbesar di Kabupaten Demak milik PT. Utomo. Tujuannya mengimbau peternak untuk meningkatkan kebersihan kandang, mengecek kesehatan hewan ternak dan mengantisipasi penyebaran virus PMK di Demak," ujar Budi menegaskan.

Baca Juga: Sandra Dewi Terima Berlimpang Kasih Sayang dari Suami: Hidup Saya Bebas!

Selain itu, Polres Demak juga melakukan sosialisasi tentang wabah PMK lewat spanduk dan leaflet yang dibagi-bagikan kepada peternak dan pegadang.

Budi mengungkap Polres Demak siap melakukan pendampingan serta pengawasan penanganan PMK hewan ternak.

"Kami siap membantu dinas terkait melakukan pengecekan ketat terhadap perawatan dan proses perdagangan hewan ternak agar virus PMK tersebut tidak terjadi di Demak," jelas Budi.

Baca Juga: Wabah PMK Meluas, Pengusaha Daging dan Hewan Ternak Menjerit

Menurut Budi, penyebaran wabah PMK harus dicegah sedini mungkin di Demak.

"Apabila tidak dicegah dan tidak ditangani secara serius bisa menimbulkan kerugian ekonomi pada peternak. Kami akan terus koordinasi dengan dinas pertanian, TNI serta unsur terkait untuk membantu mencegah penyebaran PMK ini," terang Budi.

Budi menyatakan akan melakukan pelacakan dan pemeriksaan apabila ditemukan kasus PMK di Demak.

"Kami akan bekerja secara maksimal dengan pihat-pihak terkait dalam kegiatan pendampingan serta pengawasan penanganan ini," jelas Budi.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X