• Minggu, 3 Juli 2022

Banjarnegara Diserang Wabah PMK, Seluruh Pasar Hewan Ditutup dan Perbatasan Disekat

- Minggu, 15 Mei 2022 | 19:10 WIB
PASAR HEWAN: Suasana Pasar hewan Petambakan, Banjarnegara yang merupakan salah satu pusat transaksi ternak terbesar di Jawa Tengah selalu dipadati penjual dan pembeli saat pasaran setiap hari Senin.(SM Banyumas/Castro Suwito)
PASAR HEWAN: Suasana Pasar hewan Petambakan, Banjarnegara yang merupakan salah satu pusat transaksi ternak terbesar di Jawa Tengah selalu dipadati penjual dan pembeli saat pasaran setiap hari Senin.(SM Banyumas/Castro Suwito)

Kanaljateng.com -- wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dinyatakan sudah masuk Jawa Tengah.

Ratusan hewan ternak ditemukan terindikasi terpapar PMK di  Banjarnegara, Boyolali, Rembang, Wonosobo, Banyumas, Purbalingga, dan Klaten.

Ke tujuh daerah di Jawa Tengah dinyatakan menjadi daerah terdampak wabah PMK.

Baca Juga: Raline Shah Kembali ke Industri Film lewat Dating Queen, Seperti Apa jalan Ceritanya?

Upaya pencegahan terhadap meluasnya wabah PMK dilakukan di Banjarnegara dengan cara mengkarantina sapi dan kambing yang terpapar wabah PMK.

"Memamg hewan yang terkena virus harus betul-betul diisolasi, kemudian dikasih makan di situ, lalu kita perlu melakukan treatment, perlu memberikan pengobatan, dilakukan oleh dokter dan dinas terkait sampai sembuh," kata Kepala Polres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto, usai melakukan pengecekan kandang ternak di Desa Karangjambe, Kecamatan Wanadadi Banjarnegara, Minggu, 15 Mei 2022.

Saat ini, kata Hendri, Polres Banjarnegara terus berkoordinasi dengan Forkopimda Banjarnegara dalam menangani wabah PMK.

Baca Juga: Resep Nasi Yoshinoya Gurih, Wangi, dan Nagih ala Chef Devina Hermawan, Cukup Gunakan Rice Cooker 5 Menit!

"Langkah selanjutnya kita lakukan penutupan terhadap pasar-pasar hewan. Mulai besok akan kita tutup seluruhnya yang ada di Wilayah Hukum Polres Banjarnegara," tegas Hendri.

Selain menutup pasar, Polres Banjarnegara juga akan melakukan penyekatan di perbatasan Banjarnegara-Wonosobo, Banjarnegara-Purbalingga, Banjarnegara-Banyumas, dan Banjarnegara-Kebumen.

"Apabila ada pergerakan hewan baik sapi maupun kambing akan kami hentikan, karena diwilayah kita ada hewan yang terkena PMK, sedangkan di Pasar hewan yang ditutup kita tempatkan Personel untuk melakukan patroli," tegas Hendri.

Baca Juga: Pedagang Siomay Bawa Berkantong-kantong Uang Receh untuk Mendaftar Haji, Dapat Nomor Antrean 32 Tahun

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menemukan ratusan hewan ternak terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi, mengatakan keseluruhan hewan ternak yang diduga terkena wabah PMK berjumlah 237 ekor.

"Penambahan ternak terduga (suspect) pada 14 Mei 2022 sejumlah 122 Ekor. Jumlah total kumulatif ternak terduga sejumlah 237 Ekor. Dilakukan Uji BBVet Wates sejumlah 61 Sampel dengan hasil 37 ekor positif virus PMK," kata Luthfi.

Baca Juga: Elon Musk Akan Kunjungi Indonesia, Ingin Lihat Potensi Energi dari Dekat

Menurut Luthfi, di Jawa Tengah, sejumlah wilayah sudah menjadi daerah terdampak PMK, yakni, Banjarnegara, Boyolali, Rembang, Wonosobo, Banyumas, Purbalingga, Klaten.

Sementara wilayah suspect PMK, yakni Kota Semarang, Kabupaten Pemalang, Semarang, Batang, dan Cilacap.

Luthfi mengaku sudah mengeluarkan petunjuk dan arahan bagi jajarannya dalam mengantisipasi wabah PMK.

Baca Juga: TNI AU Paksa Mendarat Pesawat Asing ke Lanud Hang Nadim, Melintasi Udara Indonesia tanpa Izin

Seperti melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat dan mengisolasi terhadap hewan ternak yang terpapar PMK.

Selain iu, Polda Jawa Tengah juga melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang peternakan dan rumah potong, serta melakukan pendataan dan monitoring terhadap hewan ternak.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X