• Minggu, 22 Mei 2022

Menyinggung Perasaan warga Penerima Bantuan, Ganjar Ubah Judul Vlog Jadi lebih Soft

- Jumat, 14 Januari 2022 | 09:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuat vlog berjudul Rumah Reyot Kader PDI-Perjuangan di Tanah Bengkok (Foto: Tangkapan Layar YouTube Ganjar Pranowo)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuat vlog berjudul Rumah Reyot Kader PDI-Perjuangan di Tanah Bengkok (Foto: Tangkapan Layar YouTube Ganjar Pranowo)

Kanaljateng.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengubah judul vlog-nya, dari semula berjudul  Rumah Reyot Kader PDI-Perjuangan di Tanah Bengkok menjadi Rumah Kader di Tanah Bengkok.

Perubahan judul diambil setelah materi kontennya menuai protes dari warga Temanggung penerima bantuan yang terekam dalam video tersebut dan membuat polemik di internal PDI-Perjuangan.

Berdasarkan pantauan Kanaljateng.com, video Rumah Reyot Kader PDI-Perjuangan di Tanah Bengkok yang diunggah di kanal YouTube Ganjar Pranowo, hari ini, sudah diganti menjadi Rumah Kader di Tanah Bengkok.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Semarang: Sore Hari Mulai Turun Hujan, Mari Sesuaikan Jadwal

Video itu sendiri kini sudah mendapat 36 ribu penayangan dari warganet sejak diunggah pada 10 Januari 2022.

Tidak ada perubahan mendasar pada materi konten Ganjar Pranowo yang menuai polemik tersebut.

Vlog Ganjar Pranowo itu menampilkan kedatangan secara mendadak suami Siti Atiqoh itu ke rumah salah satu kader PDI-Perjuangan di Kemantenan Sari, Temanggung, bernama Fajar Nugroho.

Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Vaksinasi Booster ke Kepala Dinas se-Indonesia

Vlog itu juga menampilkan Rumah Fajar Nugroho yang nampak begitu sederhana dan berdiri di atas tanah bengkok (aset desa). Rumah  Fajar Nugroho berukuran 7x7 meter dan berdinding papan.

Kepada Fajar Nugroho, Ganjar menawarkan bantuan untuk merenovasi rumah dengan kantong pribadi. Selain itu, Ganjar juga menawarkan akan memberi perkakas bengkel kepada Fajar Nugroho.

Mendapat bantuan itu, Fajar Nugroho dan istri menjadi bersenang hati dan mengucapkan rasa terimakasih berkali-kali.

Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Vaksinasi Booster ke Kepala Dinas se-Indonesia

Dalam kolom keterangan vlog yang sudah berganti judul itu, Ganjar mengaku trenyuh.

"Saya trenyuh saat datang ke rumah Mas Fajar Nugroho, kader PDIP di Temanggung. Rumah berukuran 7x7 ini berdinding papan dan jauh dari kata layak. Atapnya terlihat bolong-bolong dengan eternit dari karung yang sudah koyak. Di dalam rumah juga tidak ada perabotan yang mewah. Hanya ada kursi plastik dan gelaran tikar di ruang tamu," tulis Ganjar Pranowo di kanal YouTube seperti dilihat Kanaljateng.com, Kamis, 13 Januari 2022.

Ganjar menambahkan di dinding papan Fajar Nugroho terbentang bendera bergambar banteng moncong putih yang gagah. Ganjar mengatakan Fajar merupakan Wakil Ketua PAC PDIP Temanggung dua periode.

Baca Juga: Warga Indonesia, Ghozali Everyday, Mendunia Gara-gara Jual Foto Selfie Senilai Rp8 Miliar

Sebagai sesama kader PDIP sudah menjadi keharusan saya untuk membantu Mas Fajar, apalagi beliau juga warga saya. Saya akan coba komunikasi dengan pemerintah desa, karena lahan yang ditempati Mas Fajar sekarang adalah tanah bengkok. Semoga keinginan saya untuk membantu beliau bisa terlaksana secepatnya," tutup Ganjar mengakhiri keterangan di YouTube.

Namun, gara-gara vlog ini, Fajar Nugroho menjadi menjadi tersinggung. Fajar pun akhirnya memilih mengembalikan bantuan dari Ganjar Pranowo pada Rabu, 12 Januari 2022 ke Kantor Kelurahan Mungseng.

"Saya kembalikan bantuan tersebut karena pemberian itu diunggah dan ramai di medsos," kata Fajar.

Bantuan Ganjar itu dikembalikan Fajar dalam sebuah tas plastik hitam berupa mainan anak-anak dan sebuah telepon seluler.

Baca Juga: TV Analog mulai Disuntik Mati 30 April 2022, Simak Daerah-daerah di Jateng yang Pertama Dapat Giliran

Ganjar memberikan bantuan ke Fajar, pada Minggu, 9 Januari 2021 lalu. "Seandainya pemberian bantuan itu tidak diunggah di medsos, akan kami terima," kata Fajar usai mengembalikan bantuan.

Fajar mengaku merasa kemiskinannya dimanfaatkan untuk pencitraan Ganjar Pranowo. Sebab, bantuan itu dibuatkan video dan diunggah ke media sosial, seperti YouTube, Instagram, dan Facebook.

Di tempat terpisah, Ganjar Pranowo mengaku tidak apa-apa jika Fajar Nugroho mengembalikan bantuannya tersebut. "Kalau dikembalikan, ya tidak papa," kata Ganjar usai melaunching aplikasi Jeknyong di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu, 12 Januari 2022.

Baca Juga: Jelang MotoGP Indonesia 2022 di Mandalika, Jokowi Tinjau Kesiapan Bandara Zainuddin Abdul Madjid

Ganjar menambahkan sudah mengetahui rencana Fajar mengembalikan bantuan yang dia berikan. "Saya baru lihat dan dengar waktu saya datang baik-baik saja dan menerima," terang Ganjar.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI-Perjuangan, Saiful Hadi, mengkritik cara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatasi kemiskinan Jateng dengan pendekatan man to man marking alias orang per orang.

Menurut Saiful Hadi, selain tidak efektif, mengatasi kemiskinan dengan pendekatan man to man marking cenderung mengarah kepada aksi pencitraan.

Baca Juga: Info Saja, Minyak Goreng tetap Seharga Rp19 Ribu di Jawa Tengah

"Kalau Gubernur menyelesaikan persoalan dengan orang per orang, man to man marking, apalagi diunggah di media sosial dan diviralkan. Itu lebih cenderung pencitraan," kata Saiful Hadi, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 13 Januari 2022.

Saiful Hadi mengingatkan Ganjar Pranowo pada dua tahun ke depan sudah berakhir masa baktinya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Sehingga, ia menyarankan kepada Ganjar untuk berfokus mengatasi kemiskinan di Jateng berbasis kebijakan dan program.

"Mengelola anggaran untuk program pertanian, peternakan, dan perikanan, menambah lapangan pekerjaan, sampai kepada infrastruktur yang berdaya ungkit terhadap perekonomian masyarakat. Sehingga angka kemiskinan Jawa Tengah menurun," ujar Saiful Hadi menegaskan.

Baca Juga: Buka Vaksinasi Booster, Hampir Semua Puskesmas di Kota Semarang Pasang Keterangan 'Kuota Sudah Terpenuhi'

Lagi pula, Gubernur Jawa Tengah setiap tahun memiliki anggaran Rp28 triliun. Selama delapan tahun menjadi Gubernur Jawa Tengah berarti Ganjar Pranowo sudah mengelola anggaran Rp200-an triliun.

"Beliau sudah menjabat 8 tahun. Maka, ibarat panglima tempur melawan kemiskinan, beliau punya pasukan besar, ribuan. Itu difokuskan mengatasi kemiskinan di Jateng," ujar Saiful Hadi menegaskan.

Ironisnya, kata Ganjar, dengan dana segitu besar ditambah anak buah yang banyak, Ganjar malah melakukan pendekatan man to man marking dalam mengatasi kemiskinan ketimbang memanfaatkan sistem Pemerintahan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, Kemenkes Siapkan 80 Bed di RS

"Jadi beda antara YouTuber mencari orang miskin, kemudian dieksploitasi, diviralkan tapi dapat ekspektasi lebih," jelas Saiful Hadi.

Saiful Hadi mengingatkan Ganjar Pranowo diusung PDI-Perjuangan sebagai Gubernur dua periode untuk mengatasi kemiskinan di Jawa Tengah.

"Kita partai wong cilik, iya kita akui. Makanya, kita bagaimana punya Gubernur agar kerja fokus mengerahkan SDM mengentaskan kemiskinan. Kalau bawa-bawa kader partai miskin (menjadi konten), justru bertanya-tanya. Kami kan dari 2013 berjuang agar jadi Gubernur," terang Saiful Hadi.***

Halaman:

Editor: Mustholih

Sumber: Youtube Ganjar Pranowo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X