• Minggu, 22 Mei 2022

DPRD Jateng Fraksi PDI-Perjuangan Bela Fajar Kembalikan Bantuan dari Ganjar: Harga Dirinya Terusik!

- Jumat, 14 Januari 2022 | 07:16 WIB
Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen, Saiful Hadi. (pic. dpc pdi p kebumen)
Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen, Saiful Hadi. (pic. dpc pdi p kebumen)

Kanaljateng.com - Anggota DPRD Jawa Tengah dari PDI-Perjuangan, Saiful Hadi, meragukan partainya menekan Fajar Nugroho untuk mengembalikan bantuan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurut Saiful Hadi, pengembalian bantuan itu murni kesadaran Fajar Nugroho yang merasa tersinggung kemiskinan dirinya dieksploitasi oleh Ganjar Pranowo.

"Saya sudah membaca berbagai berita bahwa dikembalikannya bantuan itu atas inisiatif sendiri. Bahkan saya menanyakan kepada Mas Fajar, 'ini ada intervensi tidak', jawabannya ini kesadaran sendiri setelah melihat judul di YouTube itu. Jadi judulnya bombastis banyak yang tersinggung," kata Saiful Hadi, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 13 Januari 2022.

Menurut Saiful Hadi, Fajar Nugroho merasa tidak mengundang Ganjar Pranowo bertamu ke kediamannya yang begitu sederhana. Selain itu, Fajar juga merasa tidak meminta bantuan kepada Ganjar Pranowo. "Dirinya merasa dieksploitasi. Saya tidak merasa mengundang, beliau datang sendiri, ujug-ujug. Tidak minta bantuan tiba-tiba diberi bantuan, disyuting dan loh kok diunggah di-YouTube pribadi dengan judul seperti itu, jadi merasa tersinggung di judul dan konten," ujar Saiful Hadi menegaskan.

Baca Juga: TV Analog mulai Disuntik Mati 30 April 2022, Simak Daerah-daerah di Jateng yang Pertama Dapat Giliran

Namun, Saiful Hadi menegaskan tidak ada tekanan dari PDI-Perjuangan. "Yang bersangkutan merasa harga dirinya terusik, maka dikembalikan," tegas anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah tersebut.

Sebagai sesama kader PDI-Perjuangan, Saiful Hadi mengkritik cara Ganjar Pranowo, memberi bantuan kepada Fajar Nugroho. Menurut Saiful Hadi, sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang cenderung melakukan pencitraan saat memberi bantuan kepada Fajar Nugroho.

"Kalau Kepala Daerah menyelesaikan persoalan dengan orang per orang, man to man marking apalagi diunggah di media sosial dan diviralkan, itu lebih cenderung pencitraan," tegas Saiful Hadi.

Baca Juga: Warga Indonesia, Ghozali Everyday, Mendunia Gara-gara Jual Foto Selfie Senilai Rp8 Miliar

Apalagi, kata Saiful Hadi, Ganjar Pranowo merupakan pengelola anggaran senilai Rp28 triliun setiap tahun. Ganjar juga seperti panglima tempur yang memiliki ribuan anak buah di dinas-dinas Provinsi Jawa Tengah dalam melawan kemiskinan selama delapan tahun.

"Gubernur merupakan pengelola anggaran cukup besar. Rp28 triliun, beliau sudah menjabat 8 tahun. Ibarat Panglima Tempur melawan kemiskinan dan pengangguran, beliau punya pasukan besar, ribuan. Itu harunya difokuskan mengatasi kemiskinan di Jateng. Jadi beda antara YouTuber mencari orang miskin, kemudian dieksploitasi diviralkan, tapi dapat ekspektasi lebih," jelas Saiful Hadi.

Saiful Hadi menyarankan, ketimbang aktif melakukan pencitraan, Ganjar Pranowo sebaiknya fokus membangun Jawa Tengah di sisa dua tahun masa bakti sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Baca Juga: Jelang MotoGP Indonesia 2022 di Mandalika, Jokowi Tinjau Kesiapan Bandara Zainuddin Abdul Madjid

Saiful Hadi mengingatkan PDI-Perjuangan mengusung Ganjar sebagai Gubernur Jateng dua periode dengan maksud mengentaskan kemiskinan yang dua tahun ini justru meningkat tajam.

"Kita partai wong cilik, iya kita akui. Makanya, kita bagaimana punya Gubernur agar kerja fokus mengerahkan SDM mengentaskan kemiskinan, kalau kemudian bawa-bawa kader partai miskin justru bertanya, kami kan dari 2013, berjuang agar (Ganjar) jadi Gubernur," terang Saiful Hadi.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X