• Minggu, 22 Mei 2022

Viral Pria Menendang Sesajen di Gunung Semeru, Putra Mbah Moen: Ajaran Pesantren Tidak Ada Seperti Itu!

- Selasa, 11 Januari 2022 | 08:26 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) (Humas Pemrov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) (Humas Pemrov Jateng)

Kanaljateng.com - Seorang pria mengenakan rompi hitam dan sarung menendang sesajen yang diletakkan di kawasan erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, viral di media sosial.

Saat menendang sesajen itu, pria tersebut meneriakkan kalimat takbir. Pria itu pun juga mengeluarkan kata-kata yang dianggap banyak kalangan cukup provokatif.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, akrab disapa Gus Yasin, turut mengomentari aksi pria yang menendang sesajen tersebut.

Baca Juga: Minyak Goreng di Jawa Tengah Kembali Merangkak Naik, Masih Seharga Rp19 Ribuan

Gus Yasin mengatakan aksi pria tersebut merupakan sikap tidak menghormati perbedaan dalam berkeyakinan.

"Ajaran di pondok pesantren selama ini tidak ada yang seperti itu. Kita saling menghormati. Kita berjalan bersama," kata Gus Yasin usai meresmikan Pondok Pesantren Nurul Anwar, Wonogiri, Jawa Tengah, Senin, 10 Januari 2022.

Gus Yasin menyatakan santri hanya diberi amanat untuk menyampaikan ajaran Islam. Namun, Salah satu putra ulama kharismatik dari Rembang, almarhum Kiai Haji Maimoen Zubair atau Mbah Moen, itu menegaskan hidayah yang diterima hamba merupakan hak prerogatif Allah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Semarang: Sedia Jas Hujan, Hujan Berpotensi Turun dari Siang

"Kalau hidayah itu sudah berbeda. Maka memang kita harus melebur menjadi satu (hidup berdampingan), untuk mewarnai di situ," ujar Gus Yasin menegaskan.

Menurut Gus Yasin, semestinya umat meniru ajaran Walisongo dalam menyebarkan islam di Tanah Air. Para wali berdakwah dengan menyesuaikan tradisi masyarakat setempat.

"Harus saling menghormati. Tadi Kyai Anwar (Zahid) juga menyampaikan bagaimana dakwahnya para wali di Indonesia. Mulai dari gending-gendingnya, ada lagon-lagon (lagu-lagu) jawa, syair-syairnya," jelas Gus Yasin.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X