• Kamis, 18 Agustus 2022

BPOM Izinkan Paxlovid Jadi Obat Covid-19, Seberapa Sakti?

- Senin, 18 Juli 2022 | 15:14 WIB
Anjuran Penggunaan Paxlovid untuk Obat Covid-19 Berikut Efek Sampingnya (Pixabay)
Anjuran Penggunaan Paxlovid untuk Obat Covid-19 Berikut Efek Sampingnya (Pixabay)

Kanaljateng.com -- Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) untuk Obat Paxlovid sebagai obat Covid-19.

Paxlovid merupakan obat terapi antivirus inhibitor protease SARS-CoV-2 yang dikembangkan dan diproduksi oleh Pfizer.

Paxlovid yang disetujui berupa tablet salut selaput dalam bentuk kombipak, yang terdiri dari Nirmatrelvir 150 mg dan Ritonavir 100 mg dengan indikasi untuk mengobati Covid-19 pada orang dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan dan yang berisiko tinggi terjadi progresivitas menuju Covid-19 berat,” kata Kepala BPOM, Penny K, dikutip dari PMJ News, Senin, 18 Juli 2022.

Baca Juga: Krisis Pangan Landa Dunia, Pakar UNNES Sarankan Kementan Lakukan Hal Ini

Sebelumnya, BPOM juga sudah menerbitkan Favipiravir dan Remdesivir (2020), antibodi monoklonal Regdanvimab (2021), serta Molnupiravir (2022), sebagai obat Covid-19.

Dengan ditambahkannya Paklovid menjadi menjadi salah satu alternatif penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Adapun dosis yang dianjurkan adalah 300 mg Nirmatrelvir (dua tablet 150 mg) dengan 100 mg Ritonavir (satu tablet 100 mg) yang diminum bersama-sama dua kali sehari selama 5 hari,” ujar Penny menegaskan.

Baca Juga: Zhinso Abe Meninggal Akibat Mengalami Luka Tembak

Menurut Penny, hasil kajian, pemberian Paxlovid aman dan dapat ditoleransi.

Efek samping yang paling sering dilaporkan pada kelompok yang menerima obat tersebut adalah dysgeusia (gangguan indra perasa) 5,6 persen, diare 3,1 persen, sakit kepala 1,4 persen, dan muntah 1,1 persen.

Halaman:

Editor: Mustholih

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X