• Minggu, 3 Juli 2022

Fadli Zon Bela Abdul Somad: Singapura Terpapar Islamopophia bahkan Rasis!

- Rabu, 18 Mei 2022 | 07:58 WIB
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon.  (Instagram @fadlizon)
Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon. (Instagram @fadlizon)

Kanaljateng -- Ustad Abdul Somad menjadi sorotan setelah ditolak masuk Singapura.

Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan alasan Abdul Somad ditolak masuk karena mengajarkan paham ekstremisme dan segregasi yang bertentangan dengan masyarakat multi-ras dan multi-agama di Negeri Singa tersebut.

Anggota DPR, Fadli Zon, menilai penolakan terhadap Abdul Somad menunjukkan Singapura tidak menghormati hubungan negara dalam bertetangga.

Baca Juga: Jokowi Longkarkan Kewajiban Memakai Masker di Luar Ruangan!

"Orang bisa berpandangan bahwa Singapura terpapar Islamofobia bahkan rasis," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu, 18 Mei 2022.

Menurut Fadli Zon, Abdul Somad merupakan ulama terkemuka Indonesia, intelektual, dan berwawasan kebangsaan yang luas.

"Tak ada kasus hukum di Indonesia. Hak apa negara negara itu menghakimi UAS? Ini pelecehan terhadap WNI khususnya ulama Indonesia," jelas Fadli Zon.

Baca Juga: Puan Puji Dedikasi Pemerintah dalam Melayani Arus Mudik Lebaran Idulfitri 2022

Dalam kasus Singapura, Fadli Zon menegaskan Singapura telah bersikap tidak demokratis dan jauh dari spirit ASEAN.

"Selain tak demokratis, sikap Singapura jauh dr spirit ASEAN. Ini juga berarti Indonesia semakin dipandang sebelah mata dan semakin tak berwibawa di ASEAN," ungkap Fadli Zon.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Singapura mengkonfirmasi Abdul Somad dan rombongan berjumlah enam orang tiba di terminal feri Tanah Merah dari Batam, Indonesia, pada 16 Mei 2022.

Baca Juga: 12.957 Calon Mahasiswa Ikuti SBMPTN di Kampus UNNES, Ujian Dibagi 2 Sesi

"Somad sudah diwawancara, bersama rombongan sudah ditolak masuk Singapura dan dikembalikan ke Batam pada hari yang sama," bunyi keterangan pers Kementerian Dalam Negeri Singapura dikutip Kanaljateng.com, Rabu, 18 Mei 2022.

Singapura menyatakan Abdul Somad diketahui sebagai penceramah yang mengajarkan berpaham ekstremisme dan segregasi.

"Yang tidak dapat diterima di masyarakat Singapura yang multi-ras dan multi-agama," ujar keterangan pers tersebut.

Baca Juga: Wabah PMK Menyerang Jawa Tengah, Ganjar Terjunkan Tim Penyuluh

Sebagai contoh, Abdul Somad pernah berceramah bom bunuh diri sah dalam konteks Israel-Palestina dan menjadi operasi mati sahid.

"Yang bersangkutan juga membuat pernyataan merendahkan keyakinan anggota masyarakat lain, seperti terhadap umat kristiani, dengan menggambarkan salib sebagai rumah jin," jelas keterangan dari Singapura.

"Sebagai tambahan, Somad pernah menyatakan non-muslim sebagai kafir," tambahnya.

Baca Juga: Kota Lama Semarang terus Berbenah, Kini Giliran Jaringan Kabel

Singapura menegaskan ketika Abdul Somad mencoba masuk Singapura seolah-olah sebagai kunjungan sosial, Pemerintah Singapura mengambil langkah serius terhadap beberapa orang yang mengadvokasi kekerasan dan atau mendukung ekstremis dan segregationis.

"Somad dan rombongan memang ditolak masuk Singapura," bunyi keterangan pers dari Kementerian Dalam Negeri.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X