• Senin, 3 Oktober 2022

Pengamat Ungkap Satu Kelemahan Puan Menuju 2024, Tidak Genit Pencitraan

- Selasa, 17 Mei 2022 | 10:17 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (dpr.go.id)
Ketua DPR RI Puan Maharani. (dpr.go.id)

Kanaljateng.com -- Ketua DPR, Puan Maharani, berpeluang besar diusung sebagai Calon Presiden 2024 dari PDI-Perjuangan.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pancasila (UP), Gede Moenanto Soekowati, mengatakan Puan Maharani memang layak menjadi Presiden 2024.

Namun, Gede mengatakan Puan menghadapi problem elektabilitas yang masih rendah.

Baca Juga: Jaksa Agung Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Minyak Goreng selama 40 Hari

"Secara pengalaman dan kinerja, Puan tentunya sudah teruji. Dia memenuhi kriteria seorang pemimpin. Elektabilitas Puan masih relatif rendah karena tak genit melakukan pencitraan," kata Gede kepada wartawan, Selasa, 17 Mei 2022.

Menurut Gede, Puan sebenarnya sudah punya pengalaman politik sejak masih belia karena kerap mendampingi ibunya, Megawati Soekarnoputri, dalam aktivitas politik di masa Orde Baru hingga menjadi Ketua Umum PDI-Perjuangan.

"Bisa dibilang, Puan sudah ditempa sejarah. Dia dari muda sudah diajak oleh ibundanya Megawati Soekarnoputri dalam berbagai kegiatan politik," ujar Gede menegaskan.

Baca Juga: Geger! UAS Dideportasi dari Singapura

Gede mengungkap Puan Maharani bisa sukses terpilih sebagai Presiden 2024 apabila mampu meningkatkan elektabilitas di mata publik.

"Mungkin memang sudah karakteristik Puan yang enggan berpura-pura untuk dekat dengan rakyat. Tapi dalam negara demokrasi di mana pemimpinnya dipilih langsung oleh masyarakat, tentunya pencitraan ini juga penting. Ini yang masih harus ditingkatkan lagi oleh Puan dan timnya," jelas Gede.

Menurut Gede, Puan sebenarnya punya karir politik yang bagus. Pada 2009, kata Gede, Puan terpilih sebagai Anggota DPR dengan mendapat suara terbanyak kedua nasional.

Baca Juga: Jaksa Agung Jawab Kepercayaan Publik, Janji Tuntaskan Kasus Korupsi Izin Ekspor Minyak Goreng

"Itu tentunya hasil kerja keras beliau selama ini. Sejak awal, beliau memang sudah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin," jelas Gede.

Saat dipercaya sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPR, Gede menilai Puan mampu membawa partainya menjadi oposisi bagi pemerintahan Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat itu.

Sikap kritis PDI-Perjuangan di masa SBY ini membuahkan hasil karena pada pemilu 2014, partai berlambang banteng itu hadir sebagai pemenang.

Baca Juga: Kecelakaan Tunggal di Tol Surabaya-Mojokerto Telan 14 Korban Meninggal

"Artinya di bawah kepemimpinan Puan, fraksi PDI-P memang sejalan dengan masyarakat dalam mengkritik berbagai kebijakan SBY yang saat itu dianggap tidak tepat," kata Gede.

Pada 2014, Puan dipercaya menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selama periode pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Menurut Gede, Puan memiliki kinerja yang baik selama menjadi menteri.

Baca Juga: Angelina Sondakh Ungkap Momen Dewi Perssik Ciut Nyali di Penjara

"Ini terbukti dengan dipertahankannya Puan sampai masa jabatan Jokowi-Jusuf Kalla berakhir pada 2019. Padahal waktu itu banyak sekali menteri-menteri hebat yang kena reshuffle, termasuk yang berasal dari parpol pendukung," ungkap Gede.

Setelah masa jabatan Jokowi-JK berakhir, Puan terpilih sebagai Anggota DPR dengan suara terbanyak pada Pemilu 2019.

Puan lalu terpilih menjadi Ketua DPR periode 2019-2024 dengan memimpin 575 anggota DPR.

"Sejak kepemimpinan Puan relatif tidak pernah ada masalah atau konflik di internal DPR," jelas Gede.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR: Permentan 10/2022 Bukan Menghapus Pupuk Subsidi

Minggu, 28 Agustus 2022 | 07:53 WIB

Terpopuler

X