• Minggu, 22 Mei 2022

Menteri Kesehatan: 169 Juta Rakyat Indonesia sudah Divaksinasi Dosis Pertama

- Senin, 10 Januari 2022 | 19:22 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin  (Humas Setkab)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Humas Setkab)

Kanaljateng.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan sebanyak 169 juta penduduk Indonesia sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, capaian ini membawa Indonesia berada di urutan keempat terbanyak dunia dalam melakukan vaksinasi berdasarkan jumlah penduduk yang divaksin Covid-19.

“Kita bisa menembus angka 169 juta rakyat Indonesia yang sudah divaksinasi dosis pertama, melampaui Brazil yang 166 juta. Kita ada di bawah Cina 1,2 miliar, India 880 juta, dan Amerika Serikat 246 juta,” kata Budi Gunadi Sadikin dikutip dari Setkab.go.id, Senin, 10 Januari 2022.

Baca Juga: Laporkan Donasi Rumah Gala Sky ke Kemensos, Doddy Sudrajat Justru Malas Menjawab saat Ditanya Wartawan

Menurut Budi, hingga  9 Januari 2028, cakupan vaksinasi nasional mencapai 288 juta dosis. Dia menambahkan hampir seluruh provinsi telah mencapai target minimal 70 persen dosis pertama.

“Tinggal ada lima provinsi lagi yang belum mencapai 70 persen suntik pertama. Sumatra Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua,” jelas Budi.

Budi meminta masyarakat Indonesia sekarang tidak perlu panik dalam menghadapi pandemi Covid-19 terutama varian Omicron.

Baca Juga: Pemasok Narkoba untuk Velline Chu Diburu Polisi

“Kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dan pengalaman menunjukkan bahwa walaupun naiknya cepat tapi gelombang Omicron ini juga turunnya pun cepat. Yang penting jangan lupa jaga protokol kesehatan, disiplin melakukan surveilans, dan yang paling penting percepat vaksinasi," tegas Budi.

Budi mengatakan positivity rate kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air dari pelaku perjalanan luar negeri lebih tinggi dibandingkan dengan transmisi lokal.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, positivity rate kasus Covid-19 varian Omicron dari kedatangan luar negeri sebesar 13 persen, sementara dari transmisi lokal hanya sebesar 0,2 persen.

Baca Juga: PDI-Perjuangan Rayakan Hari Ulang Tahun, Ganjar Pranowo Hadir secara Daring

"Jadi positivity rate kedatangan dari luar negeri 65 kali lebih tinggi dibandingkan dengan positivity rate transmisi lokal. Ini memperkuat hipotesis kami bahwa sebagian besar dari kasus positif yang terjadi saat ini disebabkan oleh kedatangan luar negeri,” kata Budi.

Menurut Budi, kasus konfirmasi varian Omicron di Indonesia mencapai 414 orang. Sebagian besar yang terinfeksi varian Omicron merupakan pelaku perjalanan yang datang dari negara Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Namun, dari ratusan kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia, hanya dua pasien yang mengalami perawatan kategori sedang hingga membutuhkan perawatan dengan oksigen.

Baca Juga: Bupati Lumajang Berharap Kasus Tendang Sesajen Tak Berlarut dan Mengganggu Kerukunan Beragama

Budi mengungkap ke dua pasien itu masing-masing berusia 58 tahun dan 47 tahun dan memiliki penyakit penyerta.

“Sekitar 26 persen sudah sembuh, termasuk yang dua orang tadi yang masuk kategori sedang. Sehingga mereka bisa kembali ke rumah. Jadi kesimpulannya, walaupun Omicron ini cepat transmisinya tapi relatif lebih ringan dari keparahannya,” jelas Budi.***

Editor: Mustholih

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X