• Minggu, 22 Mei 2022

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran, Dua Desa di Lumajang Hujan Abu Tipis

- Rabu, 5 Januari 2022 | 17:24 WIB
Pos Gunung Api PVMBG melaporkan Gunung Semeru kembali luncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 5 kilo meter pada Rabu, 5 Januari 2022 pagi. (BNPB/Cover Both Side)
Pos Gunung Api PVMBG melaporkan Gunung Semeru kembali luncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 5 kilo meter pada Rabu, 5 Januari 2022 pagi. (BNPB/Cover Both Side)

Kanaljateng.com - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali meluncurkan awan panas guguran.

Luncuran awan panas guguran Gunung Semeru itu terjadi pada pukul 08.35 WIB.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat jarak luncur guguran awan panas Gunung Semeru mencapai 5.000 meter ke arah Besuk Kobokan dan Besuk Lengkong.

Baca Juga: Agenda Jokowi di Jawa Tengah, Resmikan Bendungan Randugunting di Blora hingga Bagi-bagi Bantuan di Semarang

"Pergerakan seismograf menunjukan amplitudo maksimum 26 milimeter dengan durasi 969 detik," kata Abdul Muhari selaku Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan pers, Rabu, 5 Desember 2022.

Menurut Muhari, tinggi kolom abu berwarna cokelat dengan intensitas tebal teramati kurang lebih 1500 meter di atas puncak Gunung Semeru mengarah tenggara dan selatan.

"Hal ini berdampak hujan abu vulkanik tipis di wilayah Desa Kebonseket Kecamatan Candipuro dan Desa Penanggal Kecamatan Pronojiwo," ujar Muhari seraya menegaskan erupsi Gunung Semeru ini tidak sampai mengganggu kemananan dan kondusivitas masyarakat.

Baca Juga: Happy Asmara Menolak Tumbuh Dewasa, Foto Hendak Memeluk Denny Caknan Jadi Sorotan

Muhari mengatakan status aktivitas Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.

Sehingga, di sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru atau sepanjang Besuk Kobokan harus steril dari aktivitas masyarakat.

"Di luar jarak tersebut, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak," tegas Muhari.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X