• Selasa, 25 Januari 2022

Nadiem Makarim Keluhkan Jumlah Sekolah Gelar PTM masih Sedikit

- Selasa, 28 September 2021 | 08:27 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Dok. setkab.go.id)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. (Dok. setkab.go.id)

Kanaljateng.com -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengeluhkan jumlah sekolah yang masih sedikit membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menurut Nadiem Makarim, baru 40 persen sekolah di Tanah Air yang membuka pembelajaran tatap muka.

"Hanya 40 persen dari sekolah kita yang saat ini baru melakukan PTM. Jadi ada 60 persen sekolah kita yang sebenarnya sudah boleh melakukan PTM yang belum,” kata Nadiem Makarim dikutip dari Setkab.go.id usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Senin,27 September 2021.

Nadiem Makarim menegaskan sekolah harus mewaspadai potensi learning loss para peserta didik. Nadiem mengakui sekolah jarak jauh di masa pandemi covid-19 memang kurang optimal.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Kontruksi Jalan Tol Semarang-Demak Akan Diperkuat dengan Matras Bambu 17 Lapis

“Data dari Bank Dunia dan berbagai macam institusi riset menunjukkan betapa menyeramkannya learning loss yang bisa terjadi. Apalagi di tingkat SD dan PAUD di mana mereka paling membutuhkan PTM. Kalau sekolah-sekolah yang tidak dibuka dampaknya bisa permanen,” ujar Nadiem Makarim.

Nadiem meluruskan sejumlah kesalahpahaman yang beredar di masyarakat soal PTM. Nadiem membantah adanya klaster sekolah mencapai 2,8 persen dalam satu bulan terakhir. “2,8 persen itu adalah data kumulatif sejak Juli 2020. Bukan data per satu bulan,” jelas Nadiem.

Lagi pula, kata Nadiem, penularan covid-19 belum tentu terjadi di sekolah. Sehingga, kata Nadiem, persentase 2,8 persen itu merupakan data jumlah sekolah yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19. “2,8 persen dari sekolah yang dilaporkan oleh sekolahnya ada yang Covid-19. Itu pun belum tentu mereka melaksanakan PTM,” jelas Nadiem.

Baca Juga: Pengumuman! Festival Kopi Magelang Akan Digelar di Candi Borobudur

Nadiem membantah seputar isu ada 15 ribu murid dan tujuh ribu guru yang terkonfirmasi Covid-19 selama PTM terbatas. “Itu berdasarkan laporan data mentah yang ternyata banyak sekali error. Contohnya, banyak sekali yang melaporkan jumlah positif Covid-19 melampaui jumlah murid di sekolah–sekolahnya,” terang Nadiem. ***

Editor: Mustholih

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mulai Hari Ini, Simak Cara Daftar Vaksin Boster

Rabu, 12 Januari 2022 | 15:25 WIB
X