• Kamis, 18 Agustus 2022

Akibat Perang Rusia dan Ukraina, Jokowi Dapat 'Curhatan' dari Kanselir Jerman

- Jumat, 11 Maret 2022 | 15:55 WIB
Resmikan Gedung Tower Ki Hajar Dewantara UNS, Jokowi Ingatkan Pentingnya Percepatan untuk Siapkan SDM (Foto: jatengprov.go.id)
Resmikan Gedung Tower Ki Hajar Dewantara UNS, Jokowi Ingatkan Pentingnya Percepatan untuk Siapkan SDM (Foto: jatengprov.go.id)

Kanaljateng.com - Presiden Joko Widodo, akrab disapa Jokowi, mengungkap dampak perang Rusia dan Ukraina bagi Indonesia.

Menurut Jokowi, perang RUsia dan Ukraina berdampak langsung bagi perekonomian Indonesia yang sebelumnya sudah babak belum dihantam pandemi Covid-19.

"Tadi Ibu Menteri Keuangan sudah berikan gambaran betapa sulitnya situasi saat ini. Betapa tidak gampangnya mengelola APBN, mengelola keuangan dalam situasi sangat extraordinary ini," kata Jokowi dikutip dari Pikiran-rakyat.com dalam berita Perang Rusia-Ukraina Buat Semua Negara Pusing, Jokowi Sampai Ditelepon Kanselir Jerman dan PM Jepang, Jumat, 11 Maret 2022.

Baca Juga: Minyak Goreng masih Langka, Menteri Perdagangan Berkoar Ancam Tempuh Jalur Hukum

Namun, Jokowi menegaskan perang Rusia dan Ukraina tidak hanya berdampak bagi Indonesia. Jokowi bilang semua negara mengalami dampak serupa.

"Tambah pusing kita semuanya. Semua negara tambah pusing, semuanya. Pusingnya belum reda, tambah lagi ada perang, sudah bertubi-tubi," ujar Jokowi menegaskan.

Menurut Jokowi, masa depan global penuh dengan ketidakpastian setelah dihantam pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga: Gunung Merapi sempat Alami 81 Gempa Guguran, Status Siaga Level 3

"Betapa pengelolaan sangat sulitnya, ekonomi betapa sangat sulitnya. Tetapi Alhamdulillah kita bisa menjalaninya, mengelola keuangan, mengendalikan covid dengan baik kalau dibandingkan dengan negara-negara lain," jelas Jokowi.

Gara-gara Rusia perang dengan Ukraina, Jokowi mengaku dihubungi Kanselir Jerman, Olaf Scholz, dan Perdana Menteri Jepang, Fumio KIshida.
 
"Dua hari yang lalu, kanselir Jerman olaf scholz telepon kepada saya, berbicara banyak. Kemarin telepon lagi siang juga Perdana Menteri Ishida dari Jepang, menyampaikan hal yang sama," kata Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Minta Bambang Susantono Bergerak Cepat, Klaim IKN Dilirik Banyak Investor Dalam dan Luar Negeri

"Pandemi yang belum rampung, ada tambahan perang, sehingga semua menjadi sulit diprediksi. Sangat sulit diprediksi. Hal-hal yang dulu tidak kita perkirakan, semuanya muncul, kelangkaan energi, sekarang semua negara mengalami," beber Jokowi.
 
Jokowi berujar perang Rusia dan Ukraina memicu lonjakan harga minyak menjadi 130 dolar AS (setara Rp1,8 juta) per barel dan harga pangan meroket.

Jokowi bilang harga makanan di Rusia naik 12 persen, di Amerika Serikat 6,9 persen, dan di Turki 3 persen.
 
"Semua negara, harga jualnya ke masyarakat, sudah naik juga, kita di sini masih tahan-tahan. Bu Menteri (Keuangan Sri Mulyani) saya tanya, 'Bagaimana, Bu? Tahannya sampai berapa hari ini?'," ucap Jokowi.*** (Pikiran-rakyat.com/Eka Alisa Putri)

Editor: Mustholih

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mesut Ozil: Hai Indonesia, Saya akan Datang!

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:30 WIB

Geger! UAS Dideportasi dari Singapura

Selasa, 17 Mei 2022 | 08:15 WIB

Terpopuler

X