• Minggu, 3 Juli 2022

Membedah Identitas Warak Ngendog dalam Mural

- Selasa, 12 April 2022 | 10:32 WIB
Kolegatif kerja bareng Satrio Sudibyo, Yogahya, dan Walkink (Pelaku Graffiti dan Street Art)  dan Hysteria Artlab akan membuat tafsir kekinian Warak NGendog. (Foto: Adin Hysteria)
Kolegatif kerja bareng Satrio Sudibyo, Yogahya, dan Walkink (Pelaku Graffiti dan Street Art) dan Hysteria Artlab akan membuat tafsir kekinian Warak NGendog. (Foto: Adin Hysteria)

Kanaljateng.com -- Kepala Warak Ngendog itu naga atau kambing Jawa? atau ia sebenarnya mainan iseng dengan craftmanship yang buruk di awal kemunculannya lalu diglorifikasi dan dibebani politik identitas ketika eksistensinya diangkat menjadi simbol kota?

Warak Ngendog, binatang jadi-jadian kreasi warga Semarang diduga sudah eksis jelang awal abad ke-20 dibarengi dengan tradisi dugderan jelang Bulan Puasa Ramadan. Dari referensi visual yang didokumentasikan tahun 2000-an awal, bentuknya jauh sekali dari yang sekarang dominan terutama bagian kepala yang menyerupai naga atau kilin.

Perdebatan tafsir atas Warak Ngendog sempat mengemuka saat dinyatakan bagian tubuh tertentu mewakili etnisitas tertentu. Mainan ini tiba-tiba menyinggung isu etnis yang kalau tidak hati-hati jatuh pada prasangka rasial.

Baca Juga: Vanessa Khong Diduga Terima Duit Rp9,8 Miliar dari Indra Kenz, Fantastis

Tidak mau terjebak pada politik identitas Kolegatif Warak kerja bareng Satrio Sudibyo, Yogahya, dan Walkink (Pelaku Graffiti dan Street Art)  dan Hysteria Artlab akan membuat tafsir kekinian Warak NGendog selama sebulan mendatang.

Dimulai dari pembuatan mural Warak Ngendog di Kampung Roworejo, Wonolopo, Mijen, Semarang, pada 11 April 2022.

Satrio Sudibyo selaku penggagas mengatakan proyek Warak merupakan isu yang digarap pertama Kolegatif, sebuah platfor bersama para seniman untuk selalu eksis terutama di Semarang.

Baca Juga: Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyok Ade Armando

“Selain isu warak juga menarik bagi kami, kegiatan ini juga bagian dari membangun semangat kemandirian sesama seniman,” kata Satrio Sudibyo, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 12 April 2022.

Menggunakan bidang tembok ukuran tinggi 10 meter dan lebar 8 meter, Warak Ngendog versi Kolegatif akan digambar.

Hananingsih Widhiasri, penanggung jawab Hysteria Artlab menambahkan pemilihan Kelurahan Wonolopo bukannya sebab. “Tahun lalu kami membantu membuat info dan videografis di Kampung Ranting Pelangi, Wonolopo, jadi project ini juga merupakan aktivasi jejaring kampung yang tiap tahun biasanya kami menambah kampung baru,” ujarnya.

Baca Juga: Nita Gunawan Ingin Punya Pacar Ganteng, meski Suka Selingkuh

Selain membuat mural, proyek ini juga melibatkan beberapa seniman lain dalam proyek onlinenya seperti Arief Hadinata, Anis Sasongko, Erdin, Irfan Hore, Zulfazuppe, Destroyxstairs, Naufal Sabilly, Aldino jack, Spoilerinc (Semarang), Pastewhilewheat (Bandung), Deiki.dee, Prenkdivition (Surabaya), Rubso , Sicovecas, Uukwashere (Yogjakarta), Dado wacky , Muklay, Herzven (Jakarta), Pinokibo (Cilacap), SammiTorezto (Pati), Mbutgambutz (Kudus).

Masing-masing seniman ini akan membuat warak versi mereka sendiri dan rencananya akan dibukukan dalam bentuk pdf dan pameran di platform online.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membedah Identitas Warak Ngendog dalam Mural

Selasa, 12 April 2022 | 10:32 WIB

Terpopuler

X