• Kamis, 18 Agustus 2022

Lawang Sewu, Museum Yang Tidak Benar-benar Punya Seribu Pintu

- Minggu, 9 Januari 2022 | 17:37 WIB
Lawang Sewu, wisata horor ikonik kota Semarang (Heritage.kai.id)
Lawang Sewu, wisata horor ikonik kota Semarang (Heritage.kai.id)

Kanaljateng.com - Museum Lawang Sewu memperbarui tarif tiket masuk bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke salah satu ikon Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tarif tiket masuk ke Lawang Sewu ini akan berlaku efektif per 10 Januari 2022.

Dikutip dari Instagram resmi Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Semarang, tarif tiket masuk Museum Lawang Sewu dibagi menjadi tiga kelompok.

Baca Juga: Basmi Hama Tikus di Sawah, Polda Jawa Tengah Dorong Petani Ganti Jebakan Listrik dengan Serak Jawa

Tarif tiket masuk Museum Lawang Sewu bagi orang dewasa senilai Rp20 ribu, anak-anak Rp10 ribu, dan wisatawan mancanegara Rp30 ribu.

Jam operasional Museum Lawang Sewu pada hari biasa berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Sementara, saat akhir pekan atau hari libur jam operasionalnya menjadi lebih panjang dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Meski jam operasional sudah lebih panjang, Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan kepada para pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Bintang di Surga versi Noah Trending Nomor 1 YouTube di Dua Kategori

"Dengan menjalankan peraturan wisata dengan baik, maka menciptakan berwisata yang nyaman dan aman," tulis akun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang di Instagram, Minggu, 9 Desember 2022.

Lawang Sewu Semarang (Haikal Ramadhan)


Museum Lawang Sewu terletak di Bundaran, Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Di antara bangunan-bangun yang mengelilingi Tugu Muda, gedung ini kentara sekali terlihat sebagai warisan bangunan era Kolonial Belanda.

Lawang Sewu merupakan gedung dua lantai yang pada masa penjajahan Belanda merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Dibangun pada 1904, Lawang Sewu selesai pada 1907.

Baca Juga: Elektabilitas Gibran Moncer di Pilkada Jateng 2024, PDI-Perjuangan Ungkap Sejumlah Kejanggalan

Masyarakat Jawa Tengah menamai bangunan ini Lawang Sewu (seribu pintu) karena memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar. Jendela-jendela ini dianggap masyarakat setempat sebagai pintu atau lawang dalam Bahasa Jawa.

Lawang Sewu dibangun di atas lahan seluas 18.232 meter per segi. Arsitek dari Amsterdam, Belanda, Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, merancang bangunan ini dengan elemen lengkung sederhana yang menjadi ciri dominannya.

Lawang Sewu memiliki ornamen kaca patri pabrikan Johannes Lourens Schouten yang bercerita tentang kemakmuran dan keindahan Jawa, kekuasaan Belanda di Semarang dan Batavia, kota maritim, serta kejayaan kereta api. Bangunan Lawang Sewu menjadi terlihat unik karena tambahan ornamen tembikar pada bidang lengkung di atas balkon, kubah kecil berlapis tembaga di puncak menara air, dan puncak menara dengan hiasan perunggu.

Baca Juga: Kevin Aprilio Sambangi Instagram Doddy Sudrajat: Udah Kali, Pak

Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer IV/ Diponegoro dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah juga pernah berkantor di sini.

Lawang Sewu juga menjadi saksi bisu peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang pada 14 Oktober-19 Oktober 1945. Pada hari itu, meletus pertempuran hebat antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Pemerintah Kota Semarang lewat Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992 memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan bersejarah yang patut dilindungi.

Baca Juga: Kronologi Ashanty Positif Covid-19 usai Liburan di Turki

Saat ini, Lawang Sewu menjadi museum PT. KAI. Gedung ini menyajikan beragam koleksi dari masa ke masa perkeretaapian di Indonesia, antara lain, koleksi Alkmaar, mesin Edmonson, Mesin Hitung, Mesin Tik, Replika Lokomotif Uap, dan Surat Berharga.

Lawang Sewu sejatinya tidak memiliki seribu pintu. Keseluruhan pintu di Lawang Sewu berjumlah 928 pintu, termasuk dengan 425 frame dan 114 ruang kerja.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membedah Identitas Warak Ngendog dalam Mural

Selasa, 12 April 2022 | 10:32 WIB

Terpopuler

X