• Senin, 3 Oktober 2022

Google Nyaris Beri Bintang Lima untuk Keindahan Nepal Van Java

- Minggu, 28 November 2021 | 19:25 WIB
Nepal van Java (Instagram @nepalvanjava)
Nepal van Java (Instagram @nepalvanjava)

Kanaljateng.com - Dusun ini berada di lereng Gunung Sumbing, Magelang, Jawa Tengah. Dusun yang menawarkan lanskap alam pengunungan Sumbing ini masyhur dengan julukan Nepal Van Java.

Inilah Dusun Butuh. Karena berada di atas ketinggian 1.620 mdpl, medan menuju Dusun Butuh cukup terjal. Hanya kendaraan yang benar-benar fit yang bisa merambang ke pemukiman warga Nepal van Java yang benar-benar berada di lereng Gunung Sumbing.

Dusun Butuh disebut Nepal Van Java karena memiliki lanskap pemukiman padat penduduk yang mirip Namche Bazaar di Nepal.

Baca Juga: Pecahkan Rekor Dunia, Kanal YouTube BLACKPINK Raup 70 Juta Subscriber

Namche Bazaar merupakan kota di Pedesaan Khumbu Pasanglhamu yang terletak di Solukhumbu, timur laut Nepal.

Dusun Butuh dihuni 610 kepala keluarga atau 2.500 jiwa. Di sana, rumah-rumah bersusun acak, padat, dan bertumpuk, tapi menawarkan pemandangan yang elok mirip di Nepal.

Bagi pelancong yang ingin menikmati panorama Nepal Van Java bisa berangkat langsung dari Magelang Kota.

Baca Juga: Kim Kardashian dan Pete Davidson Bikin 'Gila' Jurnalis Belanda

Dari Magelang Kota memerlukan perjalanan sekitar satu jam untuk menempuh jarak 23,5 kilometer menuju Dusun Butuh.

Usahakan, berangkat pagi-pagi buta, agar sampai ke Dusun Butuh hari masih pagi.

Sebab, pada jam-jam ini, pelancong bisa diberi kesempatan menikmati pendaran sinar matahari terbit membelah pemukiman penduduk Dusun Butuh.

Baca Juga: Memburu Pendaran Matahari Terbit Membelah Pemukiman Padat di Nepal Van Java

Di mesin pencarian Google, Nepal Van Java mendapat hampir tiga ribu ulasan dan menerima 4,6 bintang dari lima bintang yang disediakan.

Pada kolom ulasan Google, Daniel Sitepu memberi bintang empat untuk Nepal Van Java.

"Tempatnya bagus, apabila cerah, bisa melihat ke arah rumah berwarna-warni dan ke arah bawah. Namun, fasilitas belum banyak dan terpusat, parkir mobil ada yang di dekat rumah-rumah, tetapi yang diarahkan letaknya cukup jauh dan hanya bisa menikmati pemandangan lewat cafe yang ada. Apabila ingin naik dari parkiran mobil harus menyewa ojek motor. Di luar itu, harga cafe di sini masih wajar," kata Daniel Sitepu.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Sumbang Dua Ton Cat untuk Memoles Nepal Van Java lebih Cantik

"Untuk akses, disarankan menaiki kendaraan prima dan supir yang mahir karena jalan menanjak dan sempit. Ada 2 jalan yang disarankan gmaps menuju ke atas, disarankan lewat jalur barat karena jalan di arah timur lebih sempit dari pada yang barat," ksts Daniel Sitepu.

Sementara itu, tiga hari lalu, Imroatun Akhyar Rizqi mengulas warga Nepal Van Java yang ramah terhadap para pengunjung.

"Semua terbayarkan pas nyampe lokasi, hawanya dingin banget dan walau pun Gunung Sumbing tertutup kabut tetap memberikan kesan yang tenang kalau di sini. Sempat naik hampir sampai pos 1 pendakian via Butuh, tapi karena kabut semakin tebal akhirnya kita turun. Pas turun mau ambil motor ternyata tidak dikenakan tarif apa pun. Padahal ongkos udah disiapin," katanya seraya menambahkan, "penduduknya sangat ramah waktu kami bertemu perjalanan naik ataupun turun."

Baca Juga: Liburan ke Swiss, Ira Wibowo Dilarang Masuk Kastil Chillon Gara-gara Vaksin Sinovac

Imroatun Akhyar menyarankan kepada pengunjung untuk dengan suka rela menyisihkan uang sedekah saat menggunakan fasilitas umum yang tersedia di sana.

"Saran buat teman-teman kalau mampir ke kamar mandi masjid atau mana pun yang ada kotak sedekahnya sisihkan uang untuk bersedekah di sini ya. Semoga barokah buat pengembangan lokasi kedepannya." jelasnya.***

Editor: Mustholih

Sumber: Google

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Membedah Identitas Warak Ngendog dalam Mural

Selasa, 12 April 2022 | 10:32 WIB

Terpopuler

X