• Minggu, 22 Mei 2022

Grebeg Apem, Tradisi Bagi-bagi Kue di Klaten yang Berumur 400 Tahun

- Jumat, 24 September 2021 | 16:55 WIB
Grebeg Apem, tradisi di Klaten, Jawa Tengah, yang berusia 400 tahun. (Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)
Grebeg Apem, tradisi di Klaten, Jawa Tengah, yang berusia 400 tahun. (Foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)

Kanaljateng.com -- Klaten, Jawa Tengah, punya tradisi bagi-bagi kue apem yang selalu digelar setiap tahun. Uniknya, tradisi ini sudah berjalan sejak 400 tahun silam.

Tradisi ini bernama Grebeg Apem Yaaqowiyyu Kiai Ageng Gribig. Tradisi Grebeg Apem ini selalu digelar setiap tiba Bulan Safar.

Pada perayaan ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, didaulat merayakan tradisi Grebeg Apem.

Baca Juga: Agar Minum Kopi Tidak Membahayakan Kesehatan

Berhubung digelar pada masa pandemi covid-19, tradisi Grebeg Apem ini dikemas dengan cara sederhana. Tidak ada lagi acara bagi-bagi kue apem yang dilempar kepada ribuan masyarakat Klaten yang ikut merayakan.

Keturunan Kiai Ageng Gribig mempercayakan Ganjar dan Airlangga membagi-bagikan kue apem secara simbolis ke perwakilan warga. Selanjutnya, kue apem itu dibagi-bagikan oleh tukang ojek online yang berkeliling menemui warga sekitar.

Usai acara Grebeg Apem, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyatakan apresiasi kepada masyarakat yang berkenan merayakan tradisi ini tanpa membuat keramaian. "Suasananya agak berbeda, karena hari ini tidak bisa rame-rame membagi apem. Ini cerita budaya dan religi peninggalan mbah Gribig," kata Ganjar, Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 24 September 2021.

Baca Juga: Roti Marmer Desa Jograngan yang Empuk nan Enak

Ganjar mengatakan tradisi Grebeg Apem memiliki banyak nilai. Seperti, menggambarkan penyebaran islam zaman dulu dengan pendekatan kultural. "Ada juga nilai ekonomi yang luar biasa. Setiap acara ini, ekonomi masayarakat tumbuh. Orang buat apem, ini saja enam 6 ton," jelas Ganjar yang berharap tradisi Grebeg Apem ke depan tetap lestari.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan tradisi Grebeg Apem sudah berjalan lebih dari 400 tahun. Airlangga rupanya merupakan keturunan anak cucu Kyai Ageng Gribig.

"Simbah ini memberikan pengajaran tentang konsep berbagi. Selain itu, simbah Gribig juga menciptakan kegiatan ekonomi melalui pembuatan apem ini. Acara ini tiap tahun digelar," terang Airlangga.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Agar Minum Kopi Tidak Membahayakan Kesehatan

Senin, 30 Agustus 2021 | 10:44 WIB

BBPOM Periksa Kandungan Makanan Pasar

Selasa, 4 Mei 2021 | 07:46 WIB

Goyang Lidah Getuk Goreng dari Klaten

Selasa, 27 April 2021 | 16:50 WIB

Roti Marmer Desa Jograngan yang Empuk nan Enak

Senin, 29 Maret 2021 | 11:55 WIB

Menanti Taman Kuliner Terbesar di Klaten

Sabtu, 9 Januari 2021 | 08:13 WIB

Membangkitkan Kreativitas Kuliner di Kota Kretek

Jumat, 27 November 2020 | 09:50 WIB

Wangi Kopi Bikin Warga Purworejo Terpesona

Rabu, 25 November 2020 | 08:54 WIB

Menjamurnya Kafe Kopi di Salatiga

Senin, 9 November 2020 | 07:36 WIB

Masakan Super Pedas dari Temanggung

Rabu, 4 November 2020 | 10:49 WIB

Kopi Rasa Cokelat dari Lereng Gunung Muria

Selasa, 3 November 2020 | 01:39 WIB
X