• Kamis, 18 Agustus 2022

Waspada! Marak Investasi Bodong di Jateng, Dalam Setahun OJK Terima 5.523 Aduan

- Kamis, 30 Juni 2022 | 17:37 WIB
Puncak Pembukaan Community Center Mirae Asset Securitas di Bandung yang Dihadiri OJK dan BEI (Bisnisbandung.com / Budi Hartati)
Puncak Pembukaan Community Center Mirae Asset Securitas di Bandung yang Dihadiri OJK dan BEI (Bisnisbandung.com / Budi Hartati)

Kanaljateng.com -- Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah dan Yogyakarta menyoroti maraknya penawaran investasi illegal kepada masyarakat Jateng.

Sejak Januari 2021 hingga Juni 2022, OJK menerima 5.523  pengaduan investasi bodong dan pinjol ilegal dari masyarakat Jateng.

Laporan terbanyak berasal dari Kota Semarang sejumlah 798 pengaduan (14,23 persen), diikuti Kota Surakarta 295 pengaduan (5,26 persen), Cilacap sebanyak 288 pengaduan (5,14 persen), dan Banyumas 214 pengaduan (3,82 persen).

Baca Juga: Jateng Kembali Genjot Vaksin Booster, Saat Ini Cakupan Vaksinasi masih Terlalu Rendah

Maraknya penawaran investasi ilegal itu banyak menjebak dan merugikan masyarakat Jateng.

"Ini tugas kita bersama bagaimana masyarakat teredukasi agar tidak tergiur janji palsu dari investasi/pinjol ilegal, yaitu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki secara bersama-sama," kata Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Yogyakarta, Aman Santosa, Semarang, Jateng, Kamis, 30 Juni 2022.

Aman menyatakan OJK terus mendorong seluruh Anggota Satgas Waspada Investasi Jawa Tengah berperan aktif dalam melakukan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Jurus Mentan Perbaiki Mutu Lahan Pertanian, Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

Sehingga, kata Aman, masyarakat bisa menjadi lebih cerdas dalam memilih produk-produk keuangan, seperti investasi pada industri jasa keuangan.

"Sehingga pada akhirnya diharapkan dapat terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat guna mendukung stabilitas sistem keuangan dan kesejahteraan masyarakat Jateng," tegas Aman.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X