• Kamis, 18 Agustus 2022

Jurus Mentan Perbaiki Mutu Lahan Pertanian, Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

- Senin, 27 Juni 2022 | 22:41 WIB
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo.  (Wahyu Imam Ibadi)
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo. (Wahyu Imam Ibadi)

Kanaljateng.com -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mendorong petani menggunakan pupuk organik guna memperbaiki mutu lahan pertanian nasional.

Syahrul Yasin Limpo menegaskan pupuk organik bermanfaat merehabilitasi lahan pertanian nasional sekaligus mengurangi degradasi mutu lahan.

“Pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah, meningkatkan daya tahan dan daya serap air, serta memperbaiki drainase dan pori-pori dalam tanah. Selain itu juga menyediakan unsur hara tanaman," kata Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan resmi, Senin, 27 Juni 2022.

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Kabar baik, Pendapatan Negara hingga April 2022 Bertumbuh 45,9 Persen

SYL, sapaan akrabnya, mengakui mutu lahan Indonesia mengalami degradasi akibat penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dan intens. Pupuk anorganik mengakibatkan kandungan bahan organik sawah menjadi kurang dari 2 persen.

Guna mendorong pemakaian pupuk organik, Syahrul mengeluarkan sejumlah jurus, antara lain, program  Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dan bantuan pupuk organik.

Menurut Syahrul, program UPPO bertujuan untuk mendorong percepatan pengembangan penerapan pupuk organik di tingkat petani.

Baca Juga: 2 Calon Haji Indonesia Jatuh Sakit Akibat Sengatan Suhu Panas Arab Saudi, Jalani Rawat Inap di Madinah

Dengan bantuan tersebut, petani dapat memproduksi pupuk organik secara mandiri dan dapat meningkatkan efisiensi biaya usaha tani.

"Tentu harapannya ini dapat meningkatkan penggunaan pupuk organik di tingkat petani, meningkatnya optimalisasi penggunaan pupuk organik, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi, dan berkurangnya biaya usaha tani sebagai akibat efisiensi penggunaan pupuk," jelas Syahrul.

Baca Juga: 8 Langkah Membuat French Toast dari Chef Devina, Garing di Luar, tapi Lembut di Dalam!

Syahrul menjelaskan program UPPO berupa bantuan  satu unit rumah kompos dan bak fermentasi, satu kandang komunal, delapan ekor sapi, alat pengolah pupuk organik (APPO), dan kendaraan roda tiga.

Meski begitu, Kementan tidak berarti mendorong substitusi pupuk kimia ke pupuk organik secara total. Sebab, petani harus seimbang dalam menggunakan kedua pupuk tersebut agar lahan sehat sehingga produksi meningkat dan produktivitas melesat.

"Kami mendorong penggunaan pupuk secara berimbang karena zat hara yang dibutuhkan tanaman juga ada di pupuk anorganik. Jadi, keduanya harus seimbang,” tegasnya.

Baca Juga: Biayai Pembangunan Jalan Tol Jawa Bagian Selatan Tahap Dua, IsDB Kucurkan Dana Senilai USD450 juta

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan, Muhammad Hatta juga mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik.

"Sejauh ini, kita sudah ada upaya untuk ke organik melalui beberapa kegiatan, salah satunya UPPO," kata Hatta

Program UPPO bertujuan membantu para petani memproduksi pupuk kandang secara swadaya. Sehingga, petani perlu tidak bingung lagi bila ingin menggunakan pupuk organik.  

"Kebutuhan pupuk kandang atau kompos setiap tahunnya selalu bertambah, fasilitasi bantuan UPPO adalah untuk membantu kelompok tani memenuhi kebutuhan pupuk organiknya," tutupnya.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X