• Kamis, 18 Agustus 2022

Sri Mulyani Waspadai Ancaman Kenaikan Ekstrem Harga Komoditas Global terhadap Ekonomi Nasional

- Senin, 30 Mei 2022 | 21:37 WIB
TANGKAPAN LAYAR Menteri Sri Mulyani. (Kementrian Keuangan)
TANGKAPAN LAYAR Menteri Sri Mulyani. (Kementrian Keuangan)

Kanaljateng.com -- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Indonesia perlu mewaspadai kenaikan ekstrem harga komoditas di level global.

Meski menguntungkan Indonesia yang merupakan salah satu negara pengekspor komoditas, Sri Mulyani Indrawati menegaskan, kenaikan ekstrem harga komoditas berpotensi mendorong inflasi di negara-negara maju hingga mereka melakukan pengetatan kebijakan moneter, terutama di Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris.

“Pengetatan kebijakan moneter artinya interest rate atau suku bunga akan naik dan likuiditas juga akan menjadi lebih ketat. Hal ini perlu untuk diwaspadai dalam implikasinya terhadap momentum pemulihan ekonomi global,” kata Sri Mulyani Indrawati dikutip dari Kemenkeu.go.id, Senin, 30 Mei 2022.

Baca Juga: Demak Akhirnya Jebol, 46 Hewan Ternak Positif Terjangkit Wabah PMK!

Apalagi, Sri Mulyani menjelaskan, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok saat ini sedang menerapkan lockdown akibat kenaikan kasus Covid-19.

Pembatasan kegiatan di RRT, selain sangat berdampak pada ekonomi di dalam negeri tirai bambu, juga berdampak pada perekonomian dunia.

Sebab, kata Sri Mulyani, jumlah serta ukuran perekonomian RRT sangat besar dalam kancah perekonomian global.

Baca Juga: 75 Petugas bakal Mendampingi 13.776 Calon Haji Jateng, Gus Yasin Wanti-wanti Begini

“Risiko-risiko tersebut harus kita antisipasi. Termasuk risiko yang berlangsung yaitu konflik Rusia dan Ukraina menyebabkan disrupsi sisi suplai dan sanksi ekonomi yang menyebabkan harga komoditas terutama energi dan pangan melonjak sangat ekstrem,” tegas Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, resiko global yang sedang terjadi ini patut diwaspadai Indonesia di tengah updaya pemulihan ekonomi dalam negeri yang sedang on the track.

“Indonesia dengan kemampuan untuk menjaga dan mencegah penularan pandemi Covid-19, momentum kegiatan ekonomi masyarakat juga semakin menguat. Dari statistik BPS, pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2022 mencapai 5,01 persen,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Jokowi Bertemu Puteri Indonesia 2022, Ajak Hadiri KTT G20 di Bali

Sementara itu, kata Sri Mulyani, neraca pembayaran Indonesia juga mengalami perkembangan yang sangat positif.

Hingga April 2022, kinerja neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus.

Tren ini sudah berjalan selama 24 bulan berturut-turut neraca perdagangan Indonesia terus mengalami surplus.

Baca Juga: Menteri Yaqut Ungkap 99.489 Calon Haji siap Berangkat ke Tanah Suci

“Tentu ini merupakan salah satu hal yang akan menjaga ekonomi Indonesia. Karena kinerja ekspor kita dengan adanya tren kenaikan harga maupun pemulihan ekonomi global akibat pandemi dan juga menggeliatnya kegiatan ekonomi di Indonesia, memberikan kontribusi yang sangat positif dari neraca eksternal kita," jelas Sri Mulyani.

Namun, Sri Mulyani mengingatkan situasi global saat ini sedang terjadi kenaikan ekstrem harga komoditas yang bakal berpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Dari sisi global muncul risiko baru yang harus kita waspadai, terutama dalam bentuk kenaikan harga-harga komoditas yang meningkat sangat cepat dan ekstrem,” ujar Sri Mulyani.***

Editor: Mustholih

Sumber: Kemenkeu.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X