• Senin, 3 Oktober 2022

SIG Bukukan Laba Rp498 Miliar pada Kuartal I 2022, Naik 10,7 Persen dari 2021

- Minggu, 29 Mei 2022 | 20:23 WIB
SIG telah mereklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 329,30 Ha, menjadi kawasan hutan di Pabrik Tuban, Jawa Timur. (pic. pt sig)
SIG telah mereklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 329,30 Ha, menjadi kawasan hutan di Pabrik Tuban, Jawa Timur. (pic. pt sig)

Kanaljateng.com -- PT Semen Indonesia Group (SIG) membukukan laba sebesar Rp498,56 miliar pada kuartal I 2022.

Pembukuan laba pada kuartal I meningkat sebesar 10,7 persen dibanding periode yang sama pada 2021.

Menurut Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, pada kuartal I 2022, pendapatan SIG naik 0,7 persen dari Rp8,08 triliun menjadi Rp8,14 triliun.

Baca Juga: Pesisir Jateng Berantakan Diterjang Banjir Rob, Ganjar Dinilai Abaikan Wanti-wanti Megawati Setahun Lalu

"Peningkatan pendapatan ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan domestik yang naik sebesar 1,6 persen menjadi 7,4 juta ton, seiring dengan pertumbuhan permintaan nasional yang positif serta fokus utama SIG pada pasar domestik," kata Vita dalam keterangan pers, Semarang, Jateng, 29 Mei 2022.

Sedangkan, beban pokok pendapatan naik 3,2 persen dari Rp5,70 triliun menjadi Rp5,88 triliun.

"Peningkatan ini sebagian besar disebabkan dari kenaikan harga pasar batu bara sepanjang kuartal I 2022. Namun Perseroan tetap mampu menjaga kenaikan biaya bahan bakar dan energi sekaligus menekan komponen biaya lainnya," ujar Vita menambahkan.

Baca Juga: Indonesia Diperkirakan bakal Surplus Beras, Stok Beras di Gudang Bulog bakal Mencapai 6 Juta Ton

Vita berujar, meksi peningkatan biaya bahan bakar dan energi sebesar 28 persen, biaya bahan baku tercatat lebih rendah 28,5 persen seperti volume penjualan serta penurunan rata-rata faktor terak pada kuartal I 2022.
 
"Di samping itu, terdapat penurunan beban usaha dan beban keuangan yang berkontribusi pada peningkatan laba bersih kuartal I 2022," terang Vita.

Sementara, laba tahun berjalan SIG yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat naik 10,7 persen dari Rp450,36 miliar menjadi Rp498,56 miliar.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X