• Senin, 3 Oktober 2022

5 Arahan Jokowi Dorong Pertumbuhan Investasi, Membangun Indonesia Sentris Jadi Nomor Satu

- Minggu, 29 Mei 2022 | 10:58 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia (Foto: setkab.go.id)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia (Foto: setkab.go.id)

Kanaljateng.com -- Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi 2021 di Indonesia mencapai Rp901,02 triliun.

Nilai ini melampaui dari target Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebesar Rp900 triliun.

Realisasi investasi 2021 juga melampaui dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar Rp858,5 triliun.

Baca Juga: Pati Bebas Wabah PMK, Lalulintas Hewan Ternak di Pelabuhan Juwana Diawasi Ketat

Kementerian Ivestasi mengungkap realisasi investasi pada triwulan I-2022 sebesar Rp282,4 triliun.

Capaian ini lebih tinggi 28,5 persen dari periode yang sama pada 2021 dan meningkat 16,9 persen dibandingkan triwulan IV-2021.

Dengan demikian, realisasi pada triwulan I berkontribusi 23,5 persen dari target investasi 2022 sebesar Rp1.200 triliun.

Baca Juga: Luna Maya Jalan-jalan ke Korea, Diajak Siwon Choi Makan Siang Bareng

Yang menarik, realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada triwulan I 20222 lebih besar dari Pulau Jawa.

Nilai investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp148,7 triliun, sementara di Pulau Jawa sebesar Rp133,7 triliun.

Tren ini sudah mulai terjadi sejak 2021 di mana pada triwulan I terjadi kenaikan investasi di luar Jawa sebesar 30,0 persen dan di Jawa sebesar 26,9 persen.

Baca Juga: Belum Juga Dipakai Nonton Balapan, Tribun Formula E 'KO' Duluan Dihantam Badai, Lemah!

Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, menegaskan terus berupaya memacu pertumbuhan realisasi investasi di Indonesia.

“Menteri yang bekerja di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi tidak ada tidak kata gaspol, harus selalu gaspol. Karena begitu gasnya tidak pol, dia ketinggalan,” kata Bahlil dikutip dari Setkab.go.id, Minggu, 29 Mei 2022.

Bahlil mengungkap Jokowi sudah memberi lima arahan untuk memacu pertumbuhan investasi di Indonesia.

Baca Juga: Kudus Gelar Car Free Day Besok, 100 Lapak PKL Siap Diundi

Pertama, investasi harus inklusif, tidak boleh semata terpusat di Pulau Jawa.

"Kita harus membangun Indonesia-sentris. Bangsa kita itu dari Sabang sampai Merauke, jangan ekonomi tumpu pada satu wilayah,” ujar Bahlil menegaskan.

Kedua, Jokowi menekankan investasi yang masuk ke Indonesia harus berkualitas.

Baca Juga: Kader Banteng di Tingkat Ranting hingga Anak Cabang semakin Kencang Dukung Puan Maju di Pilpres 2024

Ketiga, Jokowi menekankan investasi harus dapat mendorong terciptanya pusat pertumbuhan baru.

Keempat, Jokowi meminta investasi tidak hanya berfokus pada investor besar tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan mendorong kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha lokal serta UMKM.

“UMKM itu juga investor dan UMKM itu kontribusinya 60 persen terhadap GDP dan 99,6 persen dari total unit usaha,” terang Bahlil.

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Harus Waspada Cuaca Ekstrem, Suhu Udara Mekah Capai 42 Derajat Celcius

Kelima, Jokowi meminta untuk mengurai hambatan-hambatan investasi di Indonesia.

“Bagaimana menerobos semua masalah-masalah yang selama ini menjadi problem antara lain perizinan yang lambat, termasuk kolaborasi antara pengusaha besar dan UMKM,” beber Bahlil.

Menurut Bahlil, investasi merupakan salah satu faktor kunci pertumbuhan ekonomi nasional.

“Investasi ini adalah hulu, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan negara, membuat nilai tambah, meningkatkan competitiveness kita. Investasi ini punya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 31 persen,” jelas Bahlil.***

Editor: Mustholih

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X