• Senin, 3 Oktober 2022

Sri Mulyani Bongkar Empat Tantangan Utama Ekonomi Nasional, Pandemi Covid-19 Tersingkir dari Daftar

- Kamis, 26 Mei 2022 | 09:42 WIB
Indonesian Minister of Finance, Sri Mulyani Indrawati.
Indonesian Minister of Finance, Sri Mulyani Indrawati.

Kanaljateng.com -- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pandemi Covid-19 bukan lagi menjadi tantangan utama ekonomi nasional.

Menurut Sri Mulyani Indrawati, mulai April 2022, tantangan ekonomi nasional sudah bergeser pada disrupsi suplai maupun tekanan geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga-harga.

“Kenaikan harga yang ekstrem ini menyebabkan pengetatan dari sektor moneter yang menyebabkan suku bunga naik dan likuiditas yang ketat,” kata Sri Mulyani Indrawati dikutip dari Kemenkeu.go.id, Kamis, 26 Mei 2022.

Baca Juga: Kementan Dorong Produktivitas Pertanian, Pakar UNNES Nilai KUR Mampu Kurangi Beban Petani di Awal Masa Tanam

Sri Mulyani mengungkap ke depan, pertumbuhan ekonomi nasional menghadapi empat tantangan utama.

Yakni, inflasi tinggi, kenaikan suku bunga, pengetatan likuiditas, dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

“Ini adalah risiko yang harus jadi pusat perhatian kita untuk tahun ini dan tahun depan,” jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Pemprov Jateng Terima Opini WTP , BPK Sorot Masalah Aset dan Piutang Pajak

Sebagai instrumen utama dan pertama dalam melindungi ekonomi dan masyarakat, kata Sri Mulyani, konsolidasi APBN harus dilakukan demi menjaga APBN yang sehat dan berkelanjutan.

"APBN tidak boleh lemah atau harus segera sehat,” tegas Sri Mulyani.

Saat ini, kata Sri Mulyani, Pemerintah sedang berfokus menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Fraksi PDI-Perjuangan Bela Puan soal Tuduhan Matikan Mikropon: Sudah Masuk Waktu Salat Duhur!

Pemerintah juga sedang menjaga daya beli masyarakat, dan menjaga kesehatan serta keberlanjutan APBN.

“Untuk itu, kita akan terus bekerja sama dengan seluruh Kementerian Lembaga dan juga dengan DPR agar APBN bisa terus terjaga dengan baik untuk bisa mendukung pemulihan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, dan menjaga kesehatan APBN sendiri,” jelas Sri Mulyani.***

Editor: Mustholih

Sumber: Kemenkeu.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X