• Senin, 3 Oktober 2022

Kementan Dorong Produktivitas Pertanian, Pakar UNNES Nilai KUR Mampu Kurangi Beban Petani di Awal Masa Tanam

- Kamis, 26 Mei 2022 | 09:01 WIB
Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang, Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti. (Foto:  Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti)
Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang, Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti. (Foto: Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti)

Kanaljateng.com -- Kementerian Pertanian terus mendorong produktivitas di sektor pertanian dengan menfasilitasi petani terhadap akses kredit usaha rakyat (KUR) pertanian.

Guru Besar Ekonomi Pertanian UNNES (Universitas Negeri Semarang), Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, mengatakan KUR pertanian memang punya peran penting dalam mengurangi beban petani, terutama di awal masa tanam.

"Pemerintah juga perlu mengurangi beban petani terhadap besaran biaya input pertanian dengan memberikan dukungan kepada petani berupa fasilitasi kepada perbankan atau lembaga penyalur KUR lainnya untuk mengakses KUR pertanian dan juga memastikan ketersediaan jaringan irigasi  pertanian yang baik," kata Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 26 Mei 2022.

Baca Juga: Pemprov Jateng Terima Opini WTP , BPK Sorot Masalah Aset dan Piutang Pajak

Dalam memberi fasilitas akses KUR pertanian, Sucihatiningsih menilai peran penyuluh memiliki peran cukup penting dalam memberi pemahaman kepada petani.

Sebab, kata Sucihatiningsih, masih ada petani yang belum memiliki informasi yang cukup mengenai manfaat dan tata cara mengakses KUR pertanian.

"Karena keterbatasan informasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, disini peran penyuluh pertanian sangat vital untuk membimbing para petani tentang tata cara memperoleh KUR pertanian," ujar Susihatiningsih menegaskan.

Baca Juga: Fraksi PDI-Perjuangan Bela Puan soal Tuduhan Matikan Mikropon: Sudah Masuk Waktu Salat Duhur!

Sucihatiningsih menyatakan, selain bermanfaat dalam membantu permodalan, KUR pertanian bisa membantu petani terhindar dari jeratan rentenir yang memberi pinjaman dengan bunga tinggi.

"KUR pertanian dapat membantu petani untuk memperoleh modal dalam memulai usahatani dan juga membantu petani untuk terhindar dari jeratan hutang rentenir yang dapat membebani para petani," jelas Sucihatiningsih.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengaku telah memfasilitasi kebutuhan petani mengembangkan sektor pertanian melalui dana KUR.

Baca Juga: Banjir Rob Terjang Pesisir Semarang, Ganjar Audit Bangunan di Pelabuhan Tanjung Emas

Syahrul mendorong program KUR dapat mendongkrak lagi kinerja petani pada 2022, sejalan dengan Kementerian Pertanian melakukan penguatan produksi pangan, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian.

"Kami selalu bersoal dengan anggaran. Ada kesepakatan bahwa anggaran Kementan 2022 harus bisa terakselerasi dengan daya produktivitas yang lebih baik melalui pemanfaatan kebijakan KUR di bidang pertanian," tegas Syahrul.***

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X