• Minggu, 3 Juli 2022

Mencengangkan! Kemendag Respon Penyidikan Kejagung terhadap Kasus Impor Besi dan Baja

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 19:51 WIB
Kejagung Tetapkan Analis Muda Kemendag Jadi Tersangka Korupsi Impor Baja. (Pixabay.com/Hans )
Kejagung Tetapkan Analis Muda Kemendag Jadi Tersangka Korupsi Impor Baja. (Pixabay.com/Hans )

Kanaljateng.com -- Kejaksaan Agung menetapkan Analis Perdagangan Ahli Muda di Kementerian Perdagangan, Tahan Banurea, sebagai tersangka korupsi impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya tahun 2016 sampai 2021.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto, menegaskan institusinya siap memberikan informasi yang diperlukan dalam mengusut tuntas kasus yang menjerat Tahan Banurea.

"Tentunya kami merasa sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Namun, Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum yang tengah berlangsung dan siap untuk selalu memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penegakan hukum,” kata Suhanto dalam siaran pers, Sabtu, 21 Mei 2022.

Baca Juga: Stasiun Manggarai segera Switch Over Jalur Kereta, Ini Perubahan Besar yang Terjadi

Tahan Banurea merupakan salah satu pegawai di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Tahan ditetapkan sebagai tersangka terkait jabatannya sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha periode 2017-2018 dan Kepala Seksi Barang Aneka Industri periode 2018-2020.

Suhanto menyatakan Kementerian Perdagangan mendukung proses hukum terhadap Tahan apabila terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang.

Baca Juga: 23 Mei hingga 2 Juli 2022 Ada Proyek Peninggian Jalan Pantura Demak, Ini Jalur Alternatif Anti-Macet, Lur!

Menurut Suhanto, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, selalu menekankan kepada jajarannya selalu bersikap antikorupsi.

"Kami selalu menginstruksikan para pegawai untuk selalu bekerja sesuai ketentuan dan secara transparan. Kemendag selalu siap membantu proses penegakan hukum yang tengah berlangsung, karena tindak korupsi dan penyalahgunaan wewenang menimbulkan kerugian negara dan berdampak terhadap perekonomian nasional serta merugikan masyarakat,” tegas Suhanto.

Halaman:

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X