• Kamis, 18 Agustus 2022

Petani Bongkar Akar Masalah Minyak Goreng Mahal, Sebut Dana Sawit Triliunan Rupiah cuma Dimakan Konglomerat

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:29 WIB
Ucapan Terima Kasih Petani Sawit untuk Jokowi Usai Cabut Larangan Ekspor. (Ilustrasi/pixabay.com)
Ucapan Terima Kasih Petani Sawit untuk Jokowi Usai Cabut Larangan Ekspor. (Ilustrasi/pixabay.com)

Kanaljateng.com -- Untuk mengatasi masalah minyak goreng, petani sawit Indonesia meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi membenahi regulasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pembenahan BPDPKS yang lebih pro terhadap petani sawit dinilai menjadi salah satu kunci perbaikan pada tatakelola sawit di Indonesia.

"Misalnya, pembenahan ke depan BPDPKS harus fokus mendukung kelembagan-kelembagaan petani sawit di seluruh Indonesia," kata Ketua Umum Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI), Pahala Sibuea, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Mei 2022.

Baca Juga: Kemiskinan di Jateng Capai 4,11 Juta Jiwa, Pengamat Pertanyakan Kinerja Ganjar

Menurut Pahala, BPDPKS selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan subsidi biodiesel milik konglomerat.

"Ini bisa dilihat dari dana BPDPKS Rp137,283 triliun yang dipungut sejak tahun 2015–2021, sekitar 80,16 persen hanya untuk subsidi biodiesel yang dimiliki konglomerat sawit. Sementara petani sawit hanya sebesar 4,8 persen melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)," ungkap Pahala.

Pembenahan tatakelola sawit mulai dari BPDPKS bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan yang berakibat Pemerintah sempat melarang ekspor minyak goreng.

Baca Juga: Ingat-ingat! Calon Haji belum Terima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap tak Berangkat ke Tanah Suci

Setelah larangan ekspor minyak goreng dicabut, harga tandan buah segar sawit petani akan kembali normal.

Ketua Umum Apkasindo Perjuangan, Alpian Arahman, mengaku petani sawit sempat merugi akibat kebijakan larangan ekspor minyak goreng.

Halaman:

Editor: Mustholih

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X